BAB I
HAKIKAT BELAJAR MOTORIK
I. PENGERTIAN BELAJAR MOTORIK
Belajar motorik adalah Suatu proses perubahan merespons yang relatif
permanen sebagai akibat dari latihan dan pengalaman. Selanjutnya Rahantoknam
(1988:22) menjelaskan, bahwa belajar motorik di defenisikan sebagai peningkatan
suatu keterampilan motorik yang di sebabkan oleh kondisi latihan atau diproleh
darimaturasi atau motivasi temporer dan fluktuasi fisiologis, kemudian Drowatzky (1981:17)
menjelaskan pula bahwa, belajar motorik adalah proses perubahan atau modifikasi
individu sebagai hasil timbale balik antara latihan dan kondisi lingkungan, dan
Oxendine(1984:8) mengemukakan bahwa belajar motorik adlah suatu perubahan prilaku
gerak yang relative permanen sebagai hasil dari latihan dan pengalaman.
Dari pengertian di atas maka dapat di
simpulkan:
1. Belajar motorik merupakan suatu
proses, bukan hasil
2. Hasil belajar merupakan kemampuan
merespons yang di aktualisasikan dalam bentuk gerak
3. Kemampuan atau perubahan yang di
hasilkan bersipat relative permanen
4. Kemamouan gerak sebagai akibat dari
latihan dan pengalaman peerubahanbisa kearah negatif
a. Belajar Motorik Sebagai Suatu Proses
Suatu proses adalahserangkaian peristiwa atau ke jdian yang terjadi
secara bersama-sama, seperyti tipe tubuh, motipasi, atau atribut lainnya yang
membedakan seseorang dengan yang lain. Kondisi yang eksternal adalah suatu
keadaan di luar diri siswa yang memberikan pengaruh secara langsung atau tidak
langsung terhadap terjadinya penguasaan keterampilan motorik.
Model pengelolaan informasi yang
perlu di ketahui adalah sebagai berikut:
1.
Masukan
sensori
2.
Saringan
presepsi
3.
Penyimpanan
sementara
4.
Saluran
kensentrasi terbatas
5.
Memory
6.
Kontrol
motorik
7.
Keluaran
motorik
8.
Balikan
infromatif
b. Hasil Belajar Berupa Kemampuan Merespons Dalam Bentuk Gerakan
Proses belajar motorik melibatkan berbagai komponen, baik yang berasal
dari siswa maupun yang dari luar siswa. Hasil akhir yang di harapkan adalah
kemampuan merespons yang di aktualisasikan dalam bentuk gerakan yang baik dan
benar(terampil).
c. Perubahan Yang Dihasilkan Relatif Permanen
Tujuan belajar motorik adalah untuk
menguasai materi keterampilan yang di pelajari, dan keterampilan yang telah
dikuasai dapat melekat pada diri siswa.
d. Kemampuan Gerak Sebagai Akibat Latihan Dan Pengalaman
Kemampuan gerak yang di kuasai bukan
karena perkembangan, pertumbuhan ataupun kematangan, melainkan keterampilan itu
dipelajari. Belajar motorik adalah suatu proses bukan hasil, proses bisa berupa
latihan yang di kondisi maupun tidak, dan pengalaman masa lalu.
e. Perubahan Kearah Negatif
Seseorang belajar keterampilan
motorik pada hakikatnya ingin meningkatkan atau mempertahankan keterampilan
yang telah dikuasai, tetapi hasil belajar tidakselalu mengarah keperbaikan.
II.
JENIS-JENIS GERAK
Menurut anita J. Harrow terdapat enam
klasifikasi gerak yaitu:
1.
Gerak
reflex
2.
Gerak
dasar fundamental
3.
Kemampuan
perceptual
4.
Kemampuan
fisik
5.
Gerak
keterampilan
6.
Komunikasi
non-diskursif
Ke enam klasifikasi tersebut merupakan sustu kesatuan yang membentuk
gerakan tubuh manusia, yang merupakan suatu urutanbaik yang bersipat bawaan
sejak lahir sampai yang pada tahapnya paling tinggi yang bisa di lakukan oleh
manusia.
1. Gerak Refleks
Gerak refleks adalah respons gerak atau reaksi yang terjadi tanpa
kemauan sadar, yang di timbulkan oleh suatu stimulus. Stimulus adalah
rangsangan, dan respons adalah tanggapan, gerak reflex dilakukan secara
sepontan tanfa di pikirkan terlebih dahulu.gerak ini di moliki setiap orang
yang merupakan sipat bawaan atau tidak perlu di pelajari.
2. Gerak dasar fundamental
Gerak dasar fundamental adalah gerakan –gerakan dasar yang berkembangnya
terjadi sejalan dengan pertumbuhan tubuh dan tingkat kematangan pada
anak-anak.gerakan dasar fundamental mulai bisa dilakukan oleh seseorang
sebagian pada masa bayi dan sebagian pada masa anak-anak.gerakan dasar di
sempurnakan pada masa masa sesudahnya melalui proses latihan atau melakukan
berulang -ulang.
Gerakan dasar fundamental dapat di
bagi menjadi tiga:
a)
Gerakan
lokomotor
Yaitu gerakan berpindah dari suatu
tempat ketempat lain
Misalnya merangkak, berjalan, berlari
dan meloncat.
b)
Gerakan
nonlokomotor
Yaitu gerakan yang berporos pada
sumbu persendian trubuh tertentu misalnya menekukan tangan, menekuk kaki,
membungkuk, memilin togok.
c)
Gerakan
manipulatif
Gerakan yang manipulasi atau
memainkan objek tertentu mengunakan tangan, kaki, atau bagian tubuh lain,
misalnyua menggiring bola, memukul bola, melempar sasaran.
3. Kemampuan Perseptual
Kemampuan perseptual adalah kemampuan
untuk menginterpretasikan stimulus yang di tangkapoleh organ indra.
Lima macam kemampuan perceptual:
a.
Pembedaan
rasa gerak(kinestetik)
Adalah kemampuan untuk menginprestasi
rasa posisi dan gerakan tubuh atau bagian tubuh. Berada pada otot-otot sendi,
dan tendon, kemampuan kinestetik inisangat berguna mempelajai pola-pola
gerakketerampilan olahraga.
b.
Pembedaan
penglihat (visual)
Kemampuan
menginterpretasikan stimulus yang di tangkap oleh mata untuk bisa mengerti
tentang apa yang di lihat, kemampuan ini berguna dalam olahraga yang
menggunakan objek yang harus di lihat misalnya olahraga yang menggunakan bola.
c.
Pembedaan
pendengar(auditori)
Kemampuan menginterpretasikan stimulus yang di tangkap oleh talinga
untuk bisa mengerti tentang apa yang di dengar. Kemampuan berguna dalam
olahraga yang menggunakan istirahat-istirahat suara, misalnya bunyi aba-aba
pluit, suara wasit atau juri atau sura yang mengejarnya maka ia akan waspada
menjaga bola agar tidak di rebut lawan.
d.
Pembedaan
peraba(taktil)
Kemampuan menginterpretasi stimulus yang di tangkap oleh indra peraba
untuk bisa mengerti bagaimana keadaanse suatu yang di rabauntuk menyentuh
kulitnya. Kemampuan ini berguna dalam olahraga yang mengunakan objek yang harus
dimanupulasi. Misalnya dalam bermain bola,pemain harus tau keras atau lunaknya bola yang di
mainkan.
e.
Kemampuan
koordinasi
Kemampuan memadukan persepsi atau pengertian yang di proleh dalam
menginterpretasikan stimulus. Misalnya pada saat pemain sepak bola sedang
menggiring bola dan di kejar oleh lawan, ia mengkordinasikan persepsinya
mengenai rasa gerakan menggiring, penglihatannya terhadap bola, menjaga bola
dari lawan yang berada di belakangnya yang di ketahui dari suatu orang lari
mendekat, dan rsa sentuhan kaki pada bola.
4. Kemampuan Fisik
Kemampuan fisik adalah kemampuan mempungsikan sistem organ-organ tubuh
dalam melakukan aktipitas gerak tubuh.secara garis besar kemampuan fisik dapat
di bedakan menjadi empat macam yaitu:
ü Ketahanan fisik
ü Kekuatan
ü Fleksibilitas
ü Kelincahan
5. Gerak keterampilan
Gerak keterampilan adalah gerak yang mengikuti pola atau bentuk tertentu yang memerlukan koordinasi dan
kontrol sebagian atau seluruh tubuh yang bisa dilakukan melalui proses belajar.
6. Komunikasi Non-Diskursif
Komunikasi non-diskursif adalah
komunikasi melalui prilaku gerak tubuh. Gerak tubuh yang bersipat komunikasi di
bedakan menjadi dua yaitu:
ü Gerak ekspresi
Yaitu gerak yang bertujuan untuk
mengkomunikasikan suatupesan
ü Gerak interpretif
Yaitu gerakgerak tubuh yang
menampilkan ke indahan dan mengandung makna, contohnya gerakan senam artistic.
BAB II
KEMAMPUAN DAN
KETERAMPILAN MOTORIK
I.
KEMAMPUAN MOTORIK
Kemampuan motori adalah terjemahan dari motor
ability,istilah motor biasanya mengacu kepada gerakan fisik. Sedangakan ability
pada umumnya berkaitan dengan kepada gerakan fisik dalam konteksnya dengan olah raga. Sehubungan dengan istilah motor ability banyak ahli yang mengemukakan
pendapatnya antara lain adalah Haskin, ( 1971 ) mengemukakan bahwa kemampuan
motorik adalah kemampuan seseorang untuk manampilkan berbagai nomor atau cabang
olah raga. Kemudian Robert n. Singer ( 1980 ) menjelaskan kemampuan motorik di
duga sebagai kegiatan motorik atau kegiatan olahraga dan lutan ( 1988 ) mengemukakan pula bahwa
kemampuan motorik adalah kapasitas dari seseorang yang berkaitan dengan
pelaksanaan dan peragaan suatu keterampilan yang relative melekat.
Hubungan
kemampuan motorik dengan pelajar olahraga dapatdi lihat bahwa belajar motorik
termasuk dalam ranah psikomotor dan intinya adalah gerakan tubuh.
Menurut Rureton ( 1973 ) fungsi dari kemampuan motorik adalah
menghubungkan atau kesanggupan dari setiap individu auntuk digunakan dalam
mempertinggi daya kerjanya.
Mnurut Fleismen dalam Majill ( 1980 ,kemampuan dasar dalam bidang
motorik dapat di bedakan dalam 2 kelompok yaitu :
1.
Kemampuan
persepsi motorik ( perceptual motor abilities ) meliputi :
a).Kemampuan untuk mengkoordinasikan gerakan dari sejumlah
anggota tubuh secara bersamaan
b). Kemampuan untuk mengadakan kontrol yang tinggi dan
ketepatan dari perorotan.
c).kKemampuan untuk memilih cepat untuk melilih cepat
terhadap suatu respon.
d). Kemampuan untuk bereaksi dengan cepat terhadap stimulus yang
datang
e) Kemampuan untuk melakukan gerakan lengan dengan cepat
f). Kemampuan untuk merubah cepat dan arah respon-respon yang
memerlukan tempo yang tepat
g). Kemampuan untuk melakukan gerakan lengan dan tangan
dengan dan terkendali
2. Kemampuan keterampilan pisik ( fhisycal Profiency Abilyties ) meliputi :
a). Tenaga/daya maksimumyang
digunakan terhadap objek – objek ekstental
b). Dya tahan prototan untuk penggunaan berulang-ulang
c). Kemapuan untuk memobilisasi energy secara efektif untuk
pengerahan tenaga otot yang maksimum
d). Kekuatan otot-otot togok
Melihat
kemampuan dasar di bidang motorik
tersebut, bahwa kemampuan motorik dapat di rangkum lima komponen kemampuan
pisik yaitu kelentukan, kekuatan, keseimbangan, koordinasi dan stmina.
Selanjutnya di kemukakan oleh Philips dan Hornak (1979), bahwa kemampuan
motorik itu terdiri dari beberapa faktor yaitu:
ü Kecepatan ( speed)
ü Daya eksplosif(power)
ü Kelincahan(agility)
ü Kekuatan(strength)
ü Daya tahan(endurance)
ü Kelentukan(fleksibility)
II.
KETERAMPILAN MOTORIK
Banyak ahli mengklasipikasikan keterampilan motorik, yang gunanya untuk
mengetahui tingkat kesulitan( kompleksitas respons) dan menentukan pola belajar
yang tepat.untuk itu pada bagian ini akan di kaji klasipikasi keterampilan
motorik berdasarkan kasamaan gerak, awal dan ahirnya suatu kegiatan, stbilitas
lingkungan, gerak objek dan lingkungan terhadap suatu keterampilan.
1) Klasifikasi Keterampilan Motorik Berdasarkan Kesamaan Gerak
Menurut singer(1980) keterampilan
motorik dapat diklasifisikan menjadidua yaitu:
ü Keterampilan motorik kasar( gross
motor skiils)
ü Keterampilan halus(fine motor skiils)
2) Klasifikasi Keterampilan Motorik Berdasarkan Awal Dan Beraakhirnya
Keegiatan
Menurut maggill (1980) keterampilan
motorik di klasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu:
ü Keterampilan motorik
ü keterampilan berangkai
ü Keterampilan kelanjutan
Keterampilan motorik adalah
keterampilan yang dapat di ketahui dengan jelas kapan saat di mulai dan kapan
saat berahir ( singer, 1980)
Berangkai merupakan gabungan dari beberapa
keterampilan motorik terputus yang di lakukan secara berulang-ulang dengan
irama tertentu.
Kelanjutan adalah suatu kegiatan
dalam waktu singkat tidak jelas kapan saat di mulai dan kapan saat berahir.
3) Keterampilan Motorik Berdasarkan Irama Gerak Dan Stabilitas Lingkungan
Menurut oxendine(1984),keterampilan
motorik di klasifikasikan menjaadi dua:
ü Keterampilan tertutup (closed skills)
ü Keterampilan terbuka(open skills)
Singer, (1980) dengan dasar yang sama
membagi keterampilan motorik menjadi tiga kelompok yaitu:
ü Keterampilan motorik menggunakan
irama langka mandiri( self-pased skiils), sama dengan keteramoilan tertutup.
ü Ketermpilan motorikdengan menggunakan
irama langka yang mengarah oleh paktor lingkungan (eksternality –paced skills),
sama dengan keterampilan terbuka
ü Kombinasi kedua keterampilan
tersebut,perbedaan antara(self-paced skills dan(eksternality-paced skills)
4) Klasifikasi Keterampilan Motorik Berdasarkan Gerak Tubuh Dan Objek
Lingkungan
menurut singer(1980) di bedakan
menjadi empat kelompok yaitu:
ü Tubuh dan objek diam
ü Tubuh dan objek bergerak
ü Tubuh bergerak objek diam
ü Tubuh dan objek dalam keadaan
bergerak
5) Klasifikasi keterampilan motorik berdasarkan keterasingan terhadap
keterampilan
Berdasarkan keterasingan(1984)
mengklasifikasikan menjadi dua yaitu:
ü Keterampilan motorik yang belum
dikenal(novel motor skills)
Yaitu baru mengenal keterampilan
motorik yang akan di lakukan baik secara verbal maupun secara praktis.
ü Keterampilan motorik yang sudah di
kenal( familiar motor skills)
Yaitu meru[pakan kebalikan dari
novel,pelaku sebelumnya sudah mengenal keterampilan yang di
pelajari(dilakukan), baik secara verbal maupun secara praktis.
BAB III
BELAJAR KETERAMPILAN
MOTORIK DENGAN TEORI-TEORI BELAJAR
I.
TEORI BELAJAR
Di dalam pelaksanaan belajar keterampilan motorik banyak mengadopsi dari
berbagai teori umum belajar, seperti halnya teori stimulus respon yang yang di
kemukakan oleh Bower dan Hilgard (1981) yang di dalamnya pelaksanaannya
mengutamakan, pengaruh lingkungan belajar, belajar secara bagian
perbagian,peran reaksi siswa dalam menghadapi pelajaran , mekanisme
terbentuknya hasil belajar, sebab-sebab
waktu yang lalu mempengaruhi siswa dalam belajar, pembentukan kebiasaan dalam
belajar dan pemecahan masalah belajar dengan menggunakan metode coba ralat
(trial an error)
Berdasarkan teori stimulus respon dan teori kognitif maka belajar
motorik dapat dilakukan dengan cara:
1. Belajar bagian perbagian
2. Belajar keseluruhan
3. Kombinasi antara belajar bagian
dengan keseluruhan
1. Belajar Motorik Bagian Perbagian
Salah satu teori stimulus respons yang dapat
di terapkan dalam proses belajar motorik adalah
teori koneksionisme dari Thorndike (1935) yang di kenal dengan tiga
hukuman belajar yaitu:
ü
Hukum
kesiapan(law of readiness)
ü
Hukum
latihan (law of exercise)
ü
Hukum
efek(law of effects)
2.
Belajar Motorik Secara Keseluruhan
Merupakan modifikasi
dari teori kognitif(singer, 1980). Ide dasar teori ini adalah siswa
mengorganisasi respons atau persepsinya kedalam pola atau bentuk keseluruhan
dan pemecahan masalah menggunakan insigt (Oxendine,1984).
Salah satu teorikognitif yang berkembang adalah teori gestalt. konsep
utama teori gestaltadalah figure and ground, artinya medan ssensori seperti
penglihatan,pendengaran dan lain-lain diorganisasikan dalam sebuah gambar dan
latar belakang tersebut secara bersama-sama.
Teori gestalt dari kofka (1933), merupakan salah satu teori kognitif yang dapat diterapkan dalam belajar
keterampilan motorik.
Teori ini memiliki tiga hukum belajar yaitu:
ü Law of proximity
Artinya seseorang cenderung
mengelompokkan suatu berdasarkan kedekatan ruang waktu.
ü Law of similarity
Artinya seseorang cenderung
mengelompokkan objek yang serupa dalam hal bentuk, ukuran dan warna.
ü Law of clouser
Artinya seseorang cenderung
melengkapi atau tidak melengkapi bagian-bagian dari keseluruhan medan.
3.
Belajar Motorik Keseluruhan Bagian
Merupakn kombinasi antara pola belajar
keseluruhan dan bagian. Pertama siswa mempelajari suatuketerampilan secara
keseluruhan, kemudian bagian yang sulit dipelajari melalui belajar bagian
perbagian. Dan ahirnya di satukan kembali menjadi satu bentuk keterampilan
keseluruhan(utuh).
metode belajar keseluruhan tujuan
pertamanya adalah untuk membentuk perencanaan motorik( motor plan) tentang
bentuk keterampilan keseluruhan. sehingga siswa tidak akan memandang
bagian-bagian yang dipelajari secara terpisah-pisah.
II.
TEORI BELAJAR MOTORIK DALAM PROSES
BELAJAR KETERAMPILAN
Pada belajar motorik bagian perbagian
dan keseluruhan merupakan hasil modifikasi dari teori belajar stimulus respons
dan kognitif. Menurut Ricardt A Schmidt (1988) terdapatdua teori belajar khusus
membahas tentang mekanisme belajar keterampilan motorik yaitu:
1. Teori Adams atau teori belajar
tertutup (closed loop theori)
2.
Teori
skema (Scheme theory)
1. Teori adams
Konsep
dasar teori Adams (1971) proses belajar motorik langsung pada jalur tertutup,
maksudnya umpan balik darianggota badan yang terus menerus selama latihan
merupakansumber koreksi utama untuk kebenaran suatu gerakan dengan kata lain
dapat dijelaska, apabila seseorang melakukan gerakan maka akan menghasilkan
umpan balik intrinsic yang berguna untuk menggerakkan anggota badan dan
pewaktuan (Taiming) yang tepat.
2. Teori skema (scheme thyeori)
Konsep dasar teori skema dari Schmidt
(1988) adalah proses kontrol jalur terbuka, tetapi tetap mengakui adanya proses
kontroljalur tertutup (Teori Adams).
Teori skema memiliki dua kondisi
memori yaitu:
a. Memori ingatan (recall memory)
Bertanggung jawab untuk memproduksi
gerakan
b. Memori pengenalan ( recognition
memory)
Bertanggung jawab untuk mengevaluasi
respons (Schmidt, 1988).
III.
TAHAP-TAHAP BELAJAR MOTORIK
Fits
dan posner ( 1967) menjelaskan tahap-tahap belajar motorik sebagai berikut:
1.
Tahap
kognitif
2.
Tahap
asosiatif
3.
Tahap
otomatisasi
1. Tahap kognitif
Tahap kognitif adalah tahap belajar
yangmengutamakan pada pemahaman tentang objek atau rangsangan dari berbagai
macam isyarat yang datang.
Pada tahap ini siswa mulai berpikir
tentag cara-caramempelajarisuatu keterampilan( membentuk motor plan).
2. Tahap asosiatif
Tahap asosiatif adalah
belajaryag mengutamakan pada latihan suatu gerakan yang di pormulasikan dalam
konsep-konsep verbal. Pelaksanaan latihan ini untuk memantapkan gerakan-gerakan
yang diperlukan dalam mencapai keterampilan yang dituntut.
3. Tahap otomatis
Tahap otomatis adalah belajar
keterampilan menuju kepada gerakan yang otomatisasi, yaitu gerakan yang
dilakukan tidak lagi membutuhkan tingkat konsetrasi tinggi.
Setelah siswa belajar berhari-hari
bahkan bertahun-tahun, siswa memasuki tahap otomatisasi .
4.
Belajar Keterampilan Motorik Dengan
Menggunakan Pendekatan Praktis
Hurlock (1990) member petunjuk
tentang cara belajar keterampilanmotorik secara praktis, yaitu:
1. Belajar dengan coba ralat
2.
Belajar
dengan cara meniru
3.
Belajar
dengan cara dibimbing
1. Belajar motorik dengan coba ralat
Belajar
motorik dengan coba ralat adalah cara mempeajari keterampilan motorik yang
berbeda dengan coba-coba tanpa ada yang membimbing.
2. Belajar dengan cara meniru
Belajar
dengan cara ini siswa menirukan gerakan orang yang di jadikan model. Kelemahan
cara ini adalah apabila yang dijadikan
model melakukan gerakan yang salah akan berakibat tidak baik bagi siswa.
3. Belajar motorik dengan di bimbing
Dengan menggunakan model ke tiga ini,
selain meniru siswa juga mendapatkan bimbingan dan pengarahan dari guru,
instruktur, pelatih cara ini merupakan cara yang lebih baik untuk peletakan gerakan dasar bagi
anak-anak usia Sekolah Dasar.
5.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Proses Dan Hasil Belajar Motorik
Suryabrata (1983)
mendeskripsikanfaktor-faktoryang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar
secara umum sebagai berikut:
a. Bahan yang dipelajari
b. Faktor lingkungan
Yaitu lingkungan alami dan lingkungan
sosial
c. Faktor instrumental baik seperangkat
alat keras maupun seperangkat alat lunak
d. Kondisi individu siswa,
meliputitingkat kesehatan dankesegaran jasmani, minat, motovasi, kecerdasan,
bakat dan kemampuan kognitif.
6.
Belajar Motorik Dalam Olahraga
Dalam rangka meningkatkan kualitas
keterampilanmotorik yang di perlukanadalah belajar motorik yang diperlukan
adalah belajar motorik. belajar motorik bertujuan untuk menguasai pola-pola
gerak keterampilan tertenntu. Danmampu menerapkan pada berbagai tuntutan
keadaan yang dihadapi.
Sedangkan
dalam rangka meningkatkan kualitas
fisik.latihanfisik adalah latihan bentuk
latihan yang diatur berdasarkan prinsip-prinsippembebanan terhadap
fungsi-fungsi oragan tubuh, dan bertujuan untuk meningkatkan daya fisik, yaitu
meningkatkan kekuatan, daya tahan ,kelincashan,dan kelentukan.
BAB
IV
TES DAN PENGUKURAN KEMAMPUAN MOTORIK
Untuk
melihat kemampuan motorikanak dapat dilakukan dengan tes dan pengukuran.
Menurut buku Barrow Motor Ability terdapat tiga item tes yang dapat digunakan
untukmenguur kemampuan motorik anak.
Ketiga item tersebut meliputi:
1. Lompat jauh tanpa awalan
2. Lari zig-zag
3. Lempar bola medicine
Sementara itu kirkendall (1980)
mengemukakan untuk mengukur kemampuan
motorik khusus renang dapat diukur dengan dengan menggunakan (6) item tes yang
di ambil dari University of Kentucky swimming Propiciency test(UKSPT) YAITU:
1. Menyelam dengan jarak 18,28 meter
2. Renang sprint gaya bebas 22,86 meter
3. Berenang selama lima menit
4. Renang gaya menyamping dengan jarak
22,86 meter
5. Renang gaya dada 22,86 meter
BAB V
KARAKTERISTIK GERAK DASAR SENAM
Keterampilan selalu dibangun di atas
keterampilan dasar lokomotor, nonlokomotor dan manipulative.
1. KETERAMPILAN LOKOMOTOR
Gerak lokomotor dalam senam terutama sangat diperlukan untuk menambah
momentum horizontal, seperti berlaripada saat melakukan awalan. Gerak awalan
ini di perlukan karena sebagian daya yang diperoleh dari adanya momentum ini
digunakan untuk menyempurnakan gerak keterampilan senam itu sendiri.
Sebagian besar gerak lokomotor malahan menjadi keterampilan itu sendiri.
Contohnya, gerakan-garakan tumbling dan akrobatik, kecuali yang berpola tumpuan
statis dan keseimbangan , semunya merupakan gerak lokomotor.
2. KETERAMPILAN NONLOKOMOTOR
Keterampilan nonlokomotor adalah
gerak yangtidak berpindah tempat, mengandalkan ruas-ruas persendian tubuh yang
membentuk posisi berbeda yang tetap tinggal disatu titik.
Contohnya yaitu: gerakan nonlokomotor adalah
melenting,meliuk, membengkok, dan sebagainya.
3. KETERAMPILAN MANIPULATIF
Keterampilan manipulative sering diartikan sebagai kemampuan untuk
memanipulasi objek tertentu dengan anggota tubuh, tangan, kaki dan kepala. Keterampilan
yang termasuk di dalamnya adalah menangkap, melempar, memukul, menendang,
mendribling.
DAFTAR PUSTAKA
Adisasmita, y. (1989). Prinsip-prinsip pendidikan jasmani hakikat,
filsafat, dan peran pendidikan
jasmani Jakarta: Departemen p dan k
Hurlock, e.b. (1990). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan
rentang kehidupan. Terjemahan iswati dan sujarno. Jakarta : Erlangga
Lutan, R. (1988). Belajar keterampilan motorik: pengantar
teori dan metode. Jakarta:
Departemen P dan K
Magill, R.A. (1980). Motor learning consept and application.
Lowa: W.C. brown company publisher
Oxendine, J.B (1984), psychology of motor learning. Englewood
Cliffs, N.J. : Prentice Hall Inc
Scmidt, R.A (1988). Motor kontrol and learning : a behavior
emphasis. Champaign, illionis: Human Kenetics publisher Inc.
Singer, R.N. (1980) motor learning human performance an
application to motor skills and movement behaviors. Publishers Inc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar