Email : m.umar_arisandi@yahoo.com
Fb : Muhammad Umar Arisandi
Twitter : @UmarMoh
BBM : 7c2242c7
Line : arisandi_wcds
Instagram : @m.umar_arisandi

Rabu, 07 Mei 2014

Gerak Motorik



BAB I
HAKIKAT BELAJAR MOTORIK
        I.           PENGERTIAN BELAJAR MOTORIK
    Belajar motorik adalah Suatu proses perubahan merespons yang relatif permanen sebagai akibat dari latihan dan pengalaman. Selanjutnya Rahantoknam (1988:22) menjelaskan, bahwa belajar motorik di defenisikan sebagai peningkatan suatu keterampilan motorik yang di sebabkan oleh kondisi latihan atau diproleh darimaturasi atau motivasi temporer dan fluktuasi  fisiologis, kemudian Drowatzky (1981:17) menjelaskan pula bahwa, belajar motorik adalah proses perubahan atau modifikasi individu sebagai hasil timbale balik antara latihan dan kondisi lingkungan, dan Oxendine(1984:8) mengemukakan bahwa belajar motorik adlah suatu perubahan prilaku gerak yang relative permanen sebagai hasil dari latihan dan pengalaman.
Dari pengertian di atas maka dapat di simpulkan:
1.      Belajar motorik merupakan suatu proses, bukan hasil
2.      Hasil belajar merupakan kemampuan merespons yang di aktualisasikan dalam bentuk gerak
3.      Kemampuan atau perubahan yang di hasilkan bersipat relative permanen
4.      Kemamouan gerak sebagai akibat dari latihan dan pengalaman peerubahanbisa kearah negatif
a.      Belajar Motorik Sebagai Suatu Proses
    Suatu proses adalahserangkaian peristiwa atau ke jdian yang terjadi secara bersama-sama, seperyti tipe tubuh, motipasi, atau atribut lainnya yang membedakan seseorang dengan yang lain. Kondisi yang eksternal adalah suatu keadaan di luar diri siswa yang memberikan pengaruh secara langsung atau tidak langsung terhadap terjadinya penguasaan keterampilan motorik.


Model pengelolaan informasi yang perlu di ketahui adalah sebagai berikut:
1.      Masukan sensori
2.      Saringan presepsi
3.      Penyimpanan sementara
4.      Saluran kensentrasi terbatas
5.      Memory
6.      Kontrol motorik
7.      Keluaran motorik
8.      Balikan infromatif

b.      Hasil Belajar Berupa Kemampuan Merespons Dalam Bentuk Gerakan
    Proses belajar motorik melibatkan berbagai komponen, baik yang berasal dari siswa maupun yang dari luar siswa. Hasil akhir yang di harapkan adalah kemampuan merespons yang di aktualisasikan dalam bentuk gerakan yang baik dan benar(terampil).
c.       Perubahan Yang Dihasilkan Relatif Permanen
Tujuan belajar motorik adalah untuk menguasai materi keterampilan yang di pelajari, dan keterampilan yang telah dikuasai dapat melekat pada diri siswa.
d.      Kemampuan Gerak Sebagai Akibat Latihan Dan Pengalaman
Kemampuan gerak yang di kuasai bukan karena perkembangan, pertumbuhan ataupun kematangan, melainkan keterampilan itu dipelajari. Belajar motorik adalah suatu proses bukan hasil, proses bisa berupa latihan yang di kondisi maupun tidak, dan pengalaman masa lalu.
e.      Perubahan Kearah Negatif
Seseorang belajar keterampilan motorik pada hakikatnya ingin meningkatkan atau mempertahankan keterampilan yang telah dikuasai, tetapi hasil belajar tidakselalu mengarah keperbaikan.

      II.            JENIS-JENIS GERAK
Menurut anita J. Harrow terdapat enam klasifikasi gerak yaitu:
1.      Gerak reflex
2.      Gerak dasar fundamental
3.      Kemampuan perceptual
4.      Kemampuan fisik
5.      Gerak keterampilan
6.      Komunikasi non-diskursif
   Ke enam klasifikasi tersebut merupakan sustu kesatuan yang membentuk gerakan tubuh manusia, yang merupakan suatu urutanbaik yang bersipat bawaan sejak lahir sampai yang pada tahapnya paling tinggi yang bisa di lakukan oleh manusia.
1.      Gerak Refleks
   Gerak refleks adalah respons gerak atau reaksi yang terjadi tanpa kemauan sadar, yang di timbulkan oleh suatu stimulus. Stimulus adalah rangsangan, dan respons adalah tanggapan, gerak reflex dilakukan secara sepontan tanfa di pikirkan terlebih dahulu.gerak ini di moliki setiap orang yang merupakan sipat bawaan atau tidak perlu di pelajari.
2.      Gerak dasar fundamental
  Gerak dasar fundamental adalah gerakan –gerakan dasar yang berkembangnya terjadi sejalan dengan pertumbuhan tubuh dan tingkat kematangan pada anak-anak.gerakan dasar fundamental mulai bisa dilakukan oleh seseorang sebagian pada masa bayi dan sebagian pada masa anak-anak.gerakan dasar di sempurnakan pada masa masa sesudahnya melalui proses latihan atau melakukan berulang  -ulang.
Gerakan dasar fundamental dapat di bagi menjadi tiga:
a)      Gerakan lokomotor
Yaitu gerakan berpindah dari suatu tempat ketempat lain
Misalnya merangkak, berjalan, berlari dan meloncat.
b)      Gerakan nonlokomotor
Yaitu gerakan yang berporos pada sumbu persendian trubuh tertentu misalnya menekukan tangan, menekuk kaki, membungkuk, memilin togok.
c)      Gerakan manipulatif
Gerakan yang manipulasi atau memainkan objek tertentu mengunakan tangan, kaki, atau bagian tubuh lain, misalnyua menggiring bola, memukul bola, melempar sasaran.
3.      Kemampuan Perseptual
Kemampuan perseptual adalah kemampuan untuk menginterpretasikan stimulus yang di tangkapoleh organ indra.
Lima macam kemampuan perceptual:
a.      Pembedaan rasa gerak(kinestetik)
         Adalah kemampuan untuk menginprestasi rasa posisi dan gerakan tubuh atau bagian tubuh. Berada pada otot-otot sendi, dan tendon, kemampuan kinestetik inisangat berguna mempelajai pola-pola gerakketerampilan olahraga.
b.      Pembedaan penglihat (visual)
                Kemampuan menginterpretasikan stimulus yang di tangkap oleh mata untuk bisa mengerti tentang apa yang di lihat, kemampuan ini berguna dalam olahraga yang menggunakan objek yang harus di lihat misalnya olahraga yang menggunakan bola.
c.       Pembedaan pendengar(auditori)
    Kemampuan menginterpretasikan stimulus yang di tangkap oleh talinga untuk bisa mengerti tentang apa yang di dengar. Kemampuan berguna dalam olahraga yang menggunakan istirahat-istirahat suara, misalnya bunyi aba-aba pluit, suara wasit atau juri atau sura yang mengejarnya maka ia akan waspada menjaga bola agar tidak di rebut lawan.

d.      Pembedaan peraba(taktil)
     Kemampuan menginterpretasi stimulus yang di tangkap oleh indra peraba untuk bisa mengerti bagaimana keadaanse suatu yang di rabauntuk menyentuh kulitnya. Kemampuan ini berguna dalam olahraga yang mengunakan objek yang harus dimanupulasi. Misalnya dalam bermain bola,pemain  harus tau keras atau lunaknya bola yang di mainkan.
e.      Kemampuan koordinasi
      Kemampuan memadukan persepsi atau pengertian yang di proleh dalam menginterpretasikan stimulus. Misalnya pada saat pemain sepak bola sedang menggiring bola dan di kejar oleh lawan, ia mengkordinasikan persepsinya mengenai rasa gerakan menggiring, penglihatannya terhadap bola, menjaga bola dari lawan yang berada di belakangnya yang di ketahui dari suatu orang lari mendekat, dan rsa sentuhan kaki pada bola.
4.      Kemampuan Fisik
       Kemampuan fisik adalah kemampuan mempungsikan sistem organ-organ tubuh dalam melakukan aktipitas gerak tubuh.secara garis besar kemampuan fisik dapat di bedakan menjadi empat macam yaitu:
ü  Ketahanan fisik
ü  Kekuatan
ü  Fleksibilitas
ü  Kelincahan

5.      Gerak keterampilan
       Gerak keterampilan adalah gerak yang mengikuti pola atau  bentuk tertentu yang memerlukan koordinasi dan kontrol sebagian atau seluruh tubuh yang bisa dilakukan melalui proses belajar.


6.      Komunikasi Non-Diskursif
              Komunikasi non-diskursif adalah komunikasi melalui prilaku gerak tubuh. Gerak tubuh yang bersipat komunikasi di bedakan menjadi dua yaitu:
ü  Gerak ekspresi
Yaitu gerak yang bertujuan untuk mengkomunikasikan suatupesan
ü  Gerak interpretif
Yaitu gerakgerak tubuh yang menampilkan ke indahan dan mengandung makna, contohnya gerakan senam artistic.















BAB II
KEMAMPUAN DAN KETERAMPILAN MOTORIK
I.                    KEMAMPUAN MOTORIK
         Kemampuan motori adalah terjemahan dari motor ability,istilah motor biasanya mengacu kepada gerakan fisik. Sedangakan ability pada umumnya berkaitan dengan kepada gerakan fisik dalam konteksnya dengan  olah raga. Sehubungan dengan istilah  motor ability banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya antara lain adalah Haskin, ( 1971 ) mengemukakan bahwa kemampuan motorik adalah kemampuan seseorang untuk manampilkan berbagai nomor atau cabang olah raga. Kemudian Robert n. Singer ( 1980 ) menjelaskan kemampuan motorik di duga sebagai kegiatan motorik atau kegiatan olahraga  dan lutan ( 1988 ) mengemukakan pula bahwa kemampuan motorik adalah kapasitas dari seseorang yang berkaitan dengan pelaksanaan dan peragaan suatu keterampilan yang relative melekat.
                  Hubungan kemampuan motorik dengan pelajar olahraga dapatdi lihat bahwa belajar motorik termasuk dalam ranah psikomotor dan intinya adalah gerakan tubuh.
     Menurut Rureton ( 1973 ) fungsi dari kemampuan motorik adalah menghubungkan atau kesanggupan dari setiap individu auntuk digunakan dalam mempertinggi daya kerjanya.
     Mnurut Fleismen dalam Majill ( 1980 ,kemampuan dasar dalam bidang motorik dapat di bedakan dalam 2 kelompok yaitu :
1.      Kemampuan persepsi motorik ( perceptual motor abilities ) meliputi :
a).Kemampuan untuk mengkoordinasikan gerakan dari sejumlah anggota tubuh secara bersamaan
b). Kemampuan untuk mengadakan kontrol yang tinggi dan ketepatan dari perorotan.
c).kKemampuan untuk memilih cepat untuk melilih cepat terhadap suatu respon.
d). Kemampuan untuk bereaksi dengan cepat terhadap stimulus yang datang
e) Kemampuan untuk melakukan gerakan lengan dengan cepat
f). Kemampuan untuk merubah cepat dan arah respon-respon yang memerlukan tempo yang tepat
g). Kemampuan untuk melakukan gerakan lengan dan tangan dengan dan terkendali
2.      Kemampuan keterampilan pisik  ( fhisycal Profiency Abilyties ) meliputi :
a). Tenaga/daya maksimumyang digunakan terhadap objek – objek ekstental                
b). Dya tahan prototan untuk penggunaan berulang-ulang
c). Kemapuan untuk memobilisasi energy secara efektif untuk pengerahan tenaga otot yang maksimum
d). Kekuatan otot-otot togok
            Melihat kemampuan  dasar di bidang motorik tersebut, bahwa kemampuan motorik dapat di rangkum lima komponen kemampuan pisik yaitu kelentukan, kekuatan, keseimbangan, koordinasi dan stmina. Selanjutnya di kemukakan oleh Philips dan Hornak (1979), bahwa kemampuan motorik itu terdiri dari beberapa faktor yaitu:
ü  Kecepatan ( speed)
ü  Daya eksplosif(power)
ü  Kelincahan(agility)
ü  Kekuatan(strength)
ü  Daya tahan(endurance)
ü  Kelentukan(fleksibility)
II.                  KETERAMPILAN MOTORIK
    Banyak ahli mengklasipikasikan keterampilan motorik, yang gunanya untuk mengetahui tingkat kesulitan( kompleksitas respons) dan menentukan pola belajar yang tepat.untuk itu pada bagian ini akan di kaji klasipikasi keterampilan motorik berdasarkan kasamaan gerak, awal dan ahirnya suatu kegiatan, stbilitas lingkungan, gerak objek dan lingkungan terhadap suatu keterampilan.
1)      Klasifikasi Keterampilan Motorik Berdasarkan Kesamaan Gerak
Menurut singer(1980) keterampilan motorik dapat diklasifisikan menjadidua yaitu:
ü  Keterampilan motorik kasar( gross motor skiils)
ü  Keterampilan halus(fine motor skiils)
2)      Klasifikasi Keterampilan Motorik Berdasarkan Awal Dan Beraakhirnya Keegiatan
Menurut maggill (1980) keterampilan motorik di klasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu:
ü  Keterampilan motorik
ü  keterampilan berangkai
ü  Keterampilan kelanjutan
Keterampilan motorik adalah keterampilan yang dapat di ketahui dengan jelas kapan saat di mulai dan kapan saat berahir ( singer, 1980)
Berangkai merupakan gabungan dari beberapa keterampilan motorik terputus yang di lakukan secara berulang-ulang dengan irama tertentu.
Kelanjutan adalah suatu kegiatan dalam waktu singkat tidak jelas kapan saat di mulai dan kapan saat berahir.
3)      Keterampilan Motorik Berdasarkan Irama Gerak Dan Stabilitas Lingkungan
Menurut oxendine(1984),keterampilan motorik di klasifikasikan menjaadi dua:
ü  Keterampilan tertutup (closed skills)
ü  Keterampilan terbuka(open skills)
Singer, (1980) dengan dasar yang sama membagi keterampilan motorik menjadi tiga kelompok yaitu:
ü  Keterampilan motorik menggunakan irama langka mandiri( self-pased skiils), sama dengan keteramoilan tertutup.
ü  Ketermpilan motorikdengan menggunakan irama langka yang mengarah oleh paktor lingkungan (eksternality –paced skills), sama dengan keterampilan terbuka
ü  Kombinasi kedua keterampilan tersebut,perbedaan antara(self-paced skills dan(eksternality-paced skills)
4)      Klasifikasi Keterampilan Motorik Berdasarkan Gerak Tubuh Dan Objek Lingkungan
menurut singer(1980) di bedakan menjadi empat kelompok yaitu:
ü  Tubuh dan objek diam
ü  Tubuh dan objek bergerak
ü  Tubuh bergerak objek diam
ü  Tubuh dan objek dalam keadaan bergerak
5)      Klasifikasi keterampilan motorik berdasarkan keterasingan terhadap keterampilan
Berdasarkan keterasingan(1984) mengklasifikasikan menjadi dua yaitu:
ü  Keterampilan motorik yang belum dikenal(novel motor skills)
Yaitu baru mengenal keterampilan motorik yang akan di lakukan baik secara verbal maupun secara praktis.
ü  Keterampilan motorik yang sudah di kenal( familiar motor skills)
Yaitu meru[pakan kebalikan dari novel,pelaku sebelumnya sudah mengenal keterampilan yang di pelajari(dilakukan), baik secara verbal maupun secara praktis.









BAB III
BELAJAR KETERAMPILAN MOTORIK DENGAN TEORI-TEORI BELAJAR
I.                    TEORI BELAJAR
      Di dalam pelaksanaan belajar keterampilan motorik banyak mengadopsi dari berbagai teori umum belajar, seperti halnya teori stimulus respon yang yang di kemukakan oleh Bower dan Hilgard (1981) yang di dalamnya pelaksanaannya mengutamakan, pengaruh lingkungan belajar, belajar secara bagian perbagian,peran reaksi siswa dalam menghadapi pelajaran , mekanisme terbentuknya  hasil belajar, sebab-sebab waktu yang lalu mempengaruhi siswa dalam belajar, pembentukan kebiasaan dalam belajar dan pemecahan masalah belajar dengan menggunakan metode coba ralat (trial an error)
     Berdasarkan teori stimulus respon dan teori kognitif maka belajar motorik dapat dilakukan dengan cara:
1.      Belajar bagian perbagian
2.      Belajar keseluruhan
3.      Kombinasi antara belajar bagian dengan keseluruhan

1.      Belajar Motorik Bagian Perbagian
               Salah satu teori stimulus respons yang dapat di terapkan dalam proses belajar motorik adalah
teori koneksionisme dari Thorndike (1935) yang di kenal dengan tiga hukuman belajar yaitu:
ü  Hukum kesiapan(law of readiness)
ü  Hukum latihan (law of exercise)
ü  Hukum efek(law of effects)

2.      Belajar Motorik Secara Keseluruhan
            Merupakan modifikasi dari teori kognitif(singer, 1980). Ide dasar teori ini adalah siswa mengorganisasi respons atau persepsinya kedalam pola atau bentuk keseluruhan dan pemecahan masalah menggunakan insigt (Oxendine,1984).
            Salah satu teorikognitif  yang berkembang adalah teori gestalt. konsep utama teori gestaltadalah figure and ground, artinya medan ssensori seperti penglihatan,pendengaran dan lain-lain diorganisasikan dalam sebuah gambar dan latar belakang tersebut secara bersama-sama.
Teori gestalt dari kofka (1933), merupakan salah satu teori kognitif  yang dapat diterapkan dalam belajar keterampilan motorik.
Teori ini memiliki tiga hukum belajar yaitu:
ü  Law of proximity
Artinya seseorang cenderung mengelompokkan suatu berdasarkan kedekatan ruang waktu.
ü  Law of similarity
Artinya seseorang cenderung mengelompokkan objek yang serupa dalam hal bentuk, ukuran dan warna.
ü  Law of clouser
Artinya seseorang cenderung melengkapi atau tidak melengkapi bagian-bagian dari keseluruhan medan.
3.      Belajar Motorik Keseluruhan Bagian
                  Merupakn kombinasi antara pola belajar keseluruhan dan bagian. Pertama siswa mempelajari suatuketerampilan secara keseluruhan, kemudian bagian yang sulit dipelajari melalui belajar bagian perbagian. Dan ahirnya di satukan kembali menjadi satu bentuk keterampilan keseluruhan(utuh).
                  metode belajar keseluruhan tujuan pertamanya adalah untuk membentuk perencanaan motorik( motor plan) tentang bentuk keterampilan keseluruhan. sehingga siswa tidak akan memandang bagian-bagian yang dipelajari secara terpisah-pisah.

II.                  TEORI BELAJAR MOTORIK DALAM PROSES BELAJAR KETERAMPILAN
                      Pada belajar motorik bagian perbagian dan keseluruhan merupakan hasil modifikasi dari teori belajar stimulus respons dan kognitif. Menurut Ricardt A Schmidt (1988) terdapatdua teori belajar khusus membahas tentang mekanisme belajar keterampilan motorik yaitu:

1.      Teori Adams atau teori belajar tertutup (closed loop theori)
2.      Teori skema (Scheme theory)
1.      Teori adams
            Konsep dasar teori Adams (1971) proses belajar motorik langsung pada jalur tertutup, maksudnya umpan balik darianggota badan yang terus menerus selama latihan merupakansumber koreksi utama untuk kebenaran suatu gerakan dengan kata lain dapat dijelaska, apabila seseorang melakukan gerakan maka akan menghasilkan umpan balik intrinsic yang berguna untuk menggerakkan anggota badan dan pewaktuan (Taiming) yang tepat.
2.      Teori skema (scheme thyeori)
Konsep dasar teori skema dari Schmidt (1988) adalah proses kontrol jalur terbuka, tetapi tetap mengakui adanya proses kontroljalur tertutup (Teori Adams).
Teori skema memiliki dua kondisi memori yaitu:
a.      Memori ingatan (recall memory)
Bertanggung jawab untuk memproduksi gerakan
b.      Memori pengenalan ( recognition memory)
Bertanggung jawab untuk mengevaluasi respons (Schmidt, 1988).
III.                TAHAP-TAHAP BELAJAR MOTORIK
            Fits dan posner ( 1967) menjelaskan tahap-tahap belajar motorik sebagai berikut:
1.      Tahap kognitif
2.      Tahap asosiatif
3.      Tahap otomatisasi
1.      Tahap kognitif
           Tahap kognitif adalah tahap belajar yangmengutamakan pada pemahaman tentang objek atau rangsangan dari berbagai macam isyarat yang datang.
            Pada tahap ini siswa mulai berpikir tentag cara-caramempelajarisuatu keterampilan( membentuk motor plan).

2.      Tahap asosiatif
      Tahap asosiatif adalah belajaryag mengutamakan pada latihan suatu gerakan yang di pormulasikan dalam konsep-konsep verbal. Pelaksanaan latihan ini untuk memantapkan gerakan-gerakan yang diperlukan dalam mencapai keterampilan yang dituntut.
3.      Tahap otomatis
Tahap otomatis adalah belajar keterampilan menuju kepada gerakan yang otomatisasi, yaitu gerakan yang dilakukan tidak lagi membutuhkan tingkat konsetrasi tinggi.
Setelah siswa belajar berhari-hari bahkan bertahun-tahun, siswa memasuki tahap otomatisasi .
4.      Belajar Keterampilan Motorik Dengan Menggunakan Pendekatan Praktis
Hurlock (1990) member petunjuk tentang cara belajar keterampilanmotorik secara praktis, yaitu:
1.      Belajar dengan coba ralat
2.      Belajar dengan cara meniru
3.      Belajar dengan cara dibimbing
1.      Belajar motorik dengan coba ralat
                        Belajar motorik dengan coba ralat adalah cara mempeajari keterampilan motorik yang berbeda dengan coba-coba tanpa ada yang membimbing.
2.      Belajar dengan cara meniru
                    Belajar dengan cara ini siswa menirukan gerakan orang yang di jadikan model. Kelemahan cara ini adalah  apabila yang dijadikan model melakukan gerakan yang salah akan berakibat tidak baik bagi siswa.
3.      Belajar motorik dengan di bimbing
                   Dengan menggunakan model ke tiga ini, selain meniru siswa juga mendapatkan bimbingan dan pengarahan dari guru, instruktur, pelatih cara ini merupakan cara yang  lebih baik untuk peletakan gerakan dasar bagi anak-anak usia Sekolah Dasar.
5.      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Dan Hasil Belajar Motorik
                      Suryabrata (1983) mendeskripsikanfaktor-faktoryang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar secara umum sebagai berikut:
a.      Bahan yang dipelajari
b.      Faktor lingkungan
Yaitu lingkungan alami dan lingkungan sosial
c.       Faktor instrumental baik seperangkat alat keras maupun seperangkat alat lunak
d.      Kondisi individu siswa, meliputitingkat kesehatan dankesegaran jasmani, minat, motovasi, kecerdasan, bakat dan kemampuan kognitif.
6.      Belajar Motorik Dalam Olahraga
                  Dalam rangka meningkatkan kualitas keterampilanmotorik yang di perlukanadalah belajar motorik yang diperlukan adalah belajar motorik. belajar motorik bertujuan untuk menguasai pola-pola gerak keterampilan tertenntu. Danmampu menerapkan pada berbagai tuntutan keadaan yang dihadapi.
            Sedangkan dalam rangka meningkatkan  kualitas fisik.latihanfisik adalah  latihan bentuk latihan yang diatur berdasarkan prinsip-prinsippembebanan terhadap fungsi-fungsi oragan tubuh, dan bertujuan untuk meningkatkan daya fisik, yaitu meningkatkan kekuatan, daya tahan ,kelincashan,dan kelentukan.








                                                                        BAB IV
TES DAN PENGUKURAN KEMAMPUAN MOTORIK
                  Untuk melihat kemampuan motorikanak dapat dilakukan dengan tes dan pengukuran. Menurut buku Barrow Motor Ability terdapat tiga item tes yang dapat digunakan untukmenguur kemampuan motorik anak.
Ketiga item tersebut meliputi:
1.       Lompat jauh tanpa awalan
2.      Lari zig-zag
3.      Lempar bola medicine
Sementara itu kirkendall (1980) mengemukakan untuk mengukur  kemampuan motorik khusus renang dapat diukur dengan dengan menggunakan (6) item tes yang di ambil dari University of Kentucky swimming Propiciency test(UKSPT) YAITU:
1.      Menyelam dengan jarak 18,28 meter
2.      Renang sprint gaya bebas 22,86 meter
3.      Berenang selama lima menit
4.      Renang gaya menyamping dengan jarak 22,86 meter
5.      Renang gaya dada 22,86 meter








BAB V
KARAKTERISTIK GERAK DASAR SENAM
        Keterampilan selalu dibangun di atas keterampilan dasar lokomotor, nonlokomotor dan manipulative.
1.      KETERAMPILAN LOKOMOTOR
                    Gerak lokomotor dalam senam terutama sangat diperlukan untuk menambah momentum horizontal, seperti berlaripada saat melakukan awalan. Gerak awalan ini di perlukan karena sebagian daya yang diperoleh dari adanya momentum ini digunakan untuk menyempurnakan gerak keterampilan senam itu sendiri.
                    Sebagian besar gerak lokomotor malahan menjadi keterampilan itu sendiri. Contohnya, gerakan-garakan tumbling dan akrobatik, kecuali yang berpola tumpuan statis dan keseimbangan , semunya merupakan gerak lokomotor.
2.      KETERAMPILAN NONLOKOMOTOR
             Keterampilan nonlokomotor adalah gerak yangtidak berpindah tempat, mengandalkan ruas-ruas persendian tubuh yang membentuk posisi berbeda yang tetap tinggal disatu titik.
Contohnya yaitu: gerakan nonlokomotor adalah melenting,meliuk, membengkok, dan sebagainya.
3.      KETERAMPILAN MANIPULATIF
      Keterampilan manipulative sering diartikan sebagai kemampuan untuk memanipulasi objek tertentu dengan anggota tubuh, tangan, kaki dan kepala. Keterampilan yang termasuk di dalamnya adalah menangkap, melempar, memukul, menendang, mendribling.



DAFTAR PUSTAKA
Adisasmita, y. (1989). Prinsip-prinsip pendidikan jasmani hakikat, filsafat, dan       peran pendidikan jasmani Jakarta: Departemen p dan k
Hurlock, e.b. (1990). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan rentang kehidupan. Terjemahan iswati dan sujarno. Jakarta : Erlangga
Lutan, R. (1988). Belajar keterampilan motorik: pengantar teori dan metode.             Jakarta: Departemen P dan K
Magill, R.A. (1980). Motor learning consept and application. Lowa: W.C. brown company publisher
Oxendine, J.B (1984), psychology of motor learning. Englewood Cliffs, N.J. : Prentice Hall Inc
Scmidt, R.A (1988). Motor kontrol and learning : a behavior emphasis. Champaign, illionis: Human Kenetics publisher Inc.

Singer, R.N. (1980) motor learning human performance an application to motor skills and movement behaviors. Publishers Inc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar