My Brother
Email : m.umar_arisandi@yahoo.com
Fb : Muhammad Umar Arisandi
Twitter : @UmarMoh
BBM : 7c2242c7
Line : arisandi_wcds
Instagram : @m.umar_arisandi
Fb : Muhammad Umar Arisandi
Twitter : @UmarMoh
BBM : 7c2242c7
Line : arisandi_wcds
Instagram : @m.umar_arisandi
Kamis, 29 Mei 2014
Minggu, 25 Mei 2014
ASAS-ASAS PENGELOLAAN LINGKUNGAN
1. Semua energi yang memasuki sebuah organisme hidup, populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tetapi tidak dapat hilang, dihancurkan ataudiciptakan.
Pengertian :
Asas ini adalah sebenarnya serupa dengan hukum termodinamika I, yang sangat fundamental dalam fisika. Asas ini dikenal sebagai hukum konservasi energi dalam persamaan matematika. Energi yang memasuki jasad hidup,populasi, atau ekosistem dapat dianggap energi yang tersimpan atau terlepaskan. Dalam hal ini sistem kehidupan dapat dianggap sebagai pengubah energi, dan berarti pula akan didapatkan berbagai strategi untuk mentransformasi energi.
2. Tak ada sistem pengubahan energi yang betul-betul efisien.
Pengertian :
Asas ini tak lain adalah hukum thermodinamika kedua, ini berarti energi yang tak pernah hilang dari alam raya, tetapi energi tersebut akan terus diubah dalam bentuk yang kurang bermanfaat., atau berenang terbuang tanpa guna.
3. Materi, energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman, semuanya termasuk kategori sumberdayaalam.
Pengertian :
Memang jelas dalam asas kimia, bahwa pengubahan energi oleh sistem biologi harus berlangsung pada kecepatan yang sebanding dengan adanya materi dan energi di lingkungannya. Pengaruh ruang secara asas adalah beranalogi dengan materi dan energi sebagai sumber alam.
4. Untuk semua kategori sumber alam, kalau pengadaanya sudah mencapai optimum, pengaruh unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan sumber alam itu sampai ke suatu tingkat maksimum. Melampaui batas maksimum ini tak akan ada pengaruh yang menguntungkan lagi.
Untuk semua kategori sumber alam (kecuali keanekaragaman dan waktu) kenaikan pengadaannya yang melampui batas maksimum , bahkan akan berpengaruh merusak karena kesan peracunan. Ini adalah asas penjenuhan. Untuk banyak gejala sering berlaku kemungkinan penghancuran yang disebabkan oleh pengadaan sumber alam yang sudah mendekati batas maksimum.
Pengertian :
Asas ini dapat dijelaskan dengan gambar, dimana batas suhu maksimum membatasi kegiatan hidup dalam sistem biologi :
Asas 4 tersebut terkandung arti bahwa pengadaan sumber alam mempunyai batas optimum, yang berarti pula batas maksimum, maupun batas minimum pengadaan sumber alam akan mengurangi daya kegiatan sistem biologi.
5. Ada dua jenis sumber alam dasar, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya, dan yang tak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut.
Pengertian :
Ada 2 hal pada asas 5 ini. Di suatu pihak dapat kita bayangkan suatu keadaan atau situasi, dengan jenis sumber alam tidak menimbulkan rangsangan untuk penggunaan lebih lanjut. Di pihak lain dapat juga kita bayangkan adanya paling sedikit dua situasi yang mempunyai kesan merangsang itu.
6. Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan dari pada saingannya, cenderung berhasil mengalahkan saingannya.
Pengertian :
Asas ini aalah pernyataan teori Darwin dan Wallace. Pada jasad hidup terdapat perbedaan sifat keturunan dalam hal tingkat adaptasi terhadap faktor lingkungan fisik atau biologi. Kemudian timbul kenaikan kepadatan populasinya sehingga timbul persaingan. Jasad hidup yang kurang mampu beradaptasi yang akan kalah dalam persaingan. Dapat diartikan pula bahwa jasad hidup yang adaptif akan mampu menghasilkan banyak keturunan daripada yang non-adaptif.
7. Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam yang “mudah diramal”.
Pengertian :
Mudah diramal pada asas 7 ini maksudnya adalah adanya keteraturan yang pasti pada pola faktor lingkungan pada suatu periode yang relatif lama. Terdapat fluktuasi turun-naiknya kondisi lingkungan di semua habitat, tetapi mudah dan sukarnya untuk diramal berbeda dari satu habitat ke habitat lain. Dengan mengetahui keadaan optimum pada faktor lingkungan bagi kehidupan suatu spesies, maka perlu diketahui berapa lama keadaan tersebut dapat bertahan.
8. Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson, bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut.
Pengertian :
Kelompok taksonomi tertentu dari suatu jasad hidup ditandai oleh keadaan lingkungannya yang khas (nicia), tiap spesias mempunyai nicia tertentu. Spesies dapat hidup berdampingan dengan spesies lain tanpa persaiangan, karena masing-masing mempunyai keperluan dan fungsi yang berbeda di alam.
9. Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi produktivitas.
Pengertian :
Asas ini mengandung arti, bahwa efisiensi penggunaan aliran energi dalam sistem biologi akan meningkat dengan meningkatnya kompleksitas organisasi sistem biologi dalam suatu komunitas.
10. Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan roduktivitas (B/P) dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot.
Pengertian :
Sistem biologi menjalani evolusi yang mengarah kepada peningkatan efisiensi penggunaan energi dalam lingkungan fisik yang stabil, dan memungkinkan berkembangnya keanekaragaman.
11. Sistem yang sudah mantap (dewasa) mengekploitasi yang belum mantap (belum dewasa).
Pengertian :
Asas 11 ini mengandung arti ekosistem, populasi atau tingkat makanan yang sudah dewasa memindahkan energi, biomasa, dan keanekaragaman tingkat organisasi ke arah yang belum dewasa. Dengan kata lain, energi, materi, dan keanekaragaman mengalir melalui suatu kisaran yang menuju ke arah organisasi yang lebih komplek. Dari subsistem yang rendah keanekaragaman nya ke subsistem yang tinggi keanekaragamannya.
12. Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung pada kepentingan relatifnya dalam keadaan suatu lingkungan.
Pengertian: :
Populasi dalam ekosistem yang belum mantap, kurang bereaksi terhadap perubahan lingkungan fisiko-kimia dibandingkan dengan populasi dalam ekosistem yang sudah mantap. Populasi dalam lingkungan dengan kemantapan fisikokimia yang cukup lama, tak perlu berevolusi untuk meningkatkan kemampuannya beradaptasi dengan keadaan yang tidak stabil.
13. Lingkungan yang secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap, yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh lagi.
Pengertian :
Pentingnya memperluas ruang lingkup ekologi murni menjadi ilmu lingkungan yang memiliki batasan lebih luas.
14. Derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi tergantung pada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu.
Pengertian :
Asas 14 ini merupakan kebalikan asas 13, tidak adanya keaneka ragaman yang tinggi pada rantai makanan dalam ekosistem yang belum mantap, menimbulkan derajat ketidak stabilan populasi yang tinggi.
Rabu, 07 Mei 2014
Resimen Mahasiswa
Resimen Mahasiswa
Resimen Mahasiswa (disingkat menwa)
adalah salah satu kekuatan sipil yang dilatih dan dipersiapkan untuk
mempertahankan NKRI sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan
Rakyat Semesta (Sishankamrata). Markas komando Menwa bertempat
diperguruan tinggi di kesatuan masing-masing yang anggotanya adalah
mahasiswa atau mahasiswi yang berkedudukan di kampus tersebut. Menwa
merupakan komponen cadangan pertahanan negara yang diberikan pelatihan
dasar militer seperti penggunaan senjata, taktik pertempuran, survival,
terjun payung, bela diri militer, senam militer, penyamaran, navigasi
dan sebagainya.
Anggota menwa (wira) di setiap perguruan tinggi atau kampus membentuk
satuan-satuan yang merupakan salah satu bagian organisasi mahasiswa /
mahasiswi di unit kegiatan mahasiswa (UKM). Menwa diberikan wewenang dan tanggung jawab yang berbeda dengan UKM lain dan berada langsung dibawah rektorat.
Lambang
- Bintang di kanan atas dihadapan burung garuda dengan sayap kanan 6 (enam) dan kiri 7 (tujuh), leher 59 dan ekor enam dengan warna kuning emas dan melirik ke sebelah kanan.
- Di tengah-tengah di depan burung garuda terdapat simbul silang senjata pena dalam genggaman burung garuda dengan warna putih.
- Pita yang melandasi dengan warna putih dengan tulisan di tengah warna merah “ Widya Castrena Dharma Siddha”.
- Perisai yang menjadi alas warna hitam.
Makna
- Bintang di kanan berarti cita-cita yang luhur, baik dan benar.
- Bulu sayap berjumlah 13, ekor 6 dan leher 59 (13 Juni 1959 = tahun kelahiran resimen mahawarman).
- Perisai berarti sebagai komponen pertahanan Negara.
Komponen Lambang Sembilan Unsur
- Perisai Segilima menggambarkan keteguhan sikap
- Padi dan Kapas menggambarkan dasar bernegara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.
- Bintang, Sayap Burung, Jangkar dan Lambang Polri menandakan bahwa Resimen Mahasiswa berada di bawah naungan ketiga unsur angkatan dan Polri
- Pena dan Senjata melambangkan pengabdiannya, wira melakukan keselarasan antara ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan.
- Buku Tulis menyatakan bahwa tugas pokok setiap wira adalah mengembangkan ilmu pengetahuan, selain melaksanakan tugas-tugas kemenwaan.
Warna Kebanggaan
Resimen Mahasiswa Indonesia menggunakan baret ungu. Dalam aplikasinya di lingkungan Menwa, warna ini mempunyai arti :
- Mulia
- Berpengetahuan
- Terpelajar
Panca Dharma Satya
Panca Dharma Satya adalah janji Resimen Mahasiswa Indonesia :
- Kami adalah mahasiswa warga Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
- Kami adalah mahasiswa yang sadar akan tanggung jawab serta kehormatan akan pembelaan negara dan tidak mengenal menyerah.
- Kami Putra Indonesia yang berjiwa ksatria dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta membela kejujuran, kebenaran, dan keadilan.
- Kami adalah mahasiswa yang menjunjung tinggi nama dan kehormatan Garba Ilmiah dan sadar akan hari depan Bangsa dan Negara.
- Kami adalah mahasiswa yang memegang teguh disiplin lahir dan batin, percaya pada diri sendiri dan mengutamakan kepentingan Nasional di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Semboyan
Semboyan Resimen Mahasiswa Indonesia adalah "Widya Çastrena Dharma Siddha", berasal dari bahasa Sanskerta
yang berarti "Penyempurnaan Pengabdian Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu
Keprajuritan". Yang dimaksudkan oleh Ilmu Pengetahuan adalah segala
macam cabang keilmuan yang didapat saat menjadi mahasiswa. Hal ini
dipergunakan untuk menempuh jenjang karier, dengan tidak melupakan
tujuan utama melakukan pengabdian pada masyarakat.
Sedangkan Ilmu Keprajuritan adalah yang bersangkutan dengan jiwa
keperwiraan, keksatriaan serta kepemimpinan, bukan sekadar keahlian
dalam bertempur atau pun yang sejenis.
Sejarah
Tanggal 13 Juni - 14 September 1959 diadakan wajib latih bagi para mahasiswa di Jawa Barat.
Mahasiswa yang memperoleh latihan ini siap mempertahankan NKRI bersama
TNI guna mencegah semua ancaman dan siap melakukan pertempuran dengan
menggunakan senjata. Mahasiswa-mahasiswa walawa (WAJIB LATIH) dididik di Kodam VI/ Siliwangi
dan para walawa diberi hak mengenakan lambang Siliwangi. Walawa
dipersiapkan sebagai perwira cadangan untuk mendukung TNI bila terjadi
keaadaan genting pada NKRI.
Pada tanggal 19 Desember 1961 di Yogyakarta, Komando Pimpinan Besar Revolusi Presiden RI Bung Karno mencetuskan Trikora. Seluruh rakyat menyambut komando ini dengan gegap gempita dengan semangat revolusi untuk merebut Irian Barat; termasuk juga mahasiswa wajib latih (Walawa).
Isi Trikora:
- Panjangkan Sangsaka Merah Putih di Irian Barat
- Gagalkan Negara Boneka Papua
- Adakan Mobilisasi Umum
Sejak Trikora bergema maka kewaspadaan nasional makin diperkuat,
makin memuncak sehingga timbul rencana pendidikan perwira cadangan di
Perguruan Tinggi.
Berdasarkan dua surat keputusan Pangdam VI Siliwangi, maka oleh pihak Universitas pada 20 Januari 1962
dibentuk suatu badan koordinasi yang diberi nama Badan Persiapan
Pembentukan Resimen Serba Guna Mahasiswa Dam VI Siliwangi (disingkat
BPP) Resimen Mahasiswa DAM VI/ Siliwangi, beranggotakan :
- Prof. drg. R. G. Surya Sumantri ( Rektor Unpad) selaku Koordinator
- Dr. Isrin Nurdin (Pembantu Rektor ITB) selaku Wakil Koordinator I
- Drs. Kusdarminto (PR Unpar) selaku wakil Koordinator II
- Major. Moch. Sunarman dari PUS PSYAD pada waktu itu selaku sekretaris.
Pada Februari 1962
diadakan Refreshing Course selama sepuluh minggu di Resimen Induk
Infantri dan dilanjutkan dengan latihan selama 14 hari yang dikenal
dengan sebutan Latihan Pasopati. Pada 20 Mei 1962 anggota Resimen Mahasiswa Angkatan 1959 dilantik oleh Pangdam VI/SLW menjadi bagian organik dari Kodam VI/SLW.
Dalam rencana kerja empat tahunnya tercantumlah pembentukan kader
inti dan ini sudah terlaksana sejak permulaan semester 2 tahun ajaran
1962-1963. termasuk pembentukan kader inti putri. Mahasiswa/i Jabar
(Bandung khususnya) mengikuti Latihan di Bihbul, tempat penggodokan
prajurit-prajurit TNI. (Sekarang Secaba Dam III/ Slw, Bihbul).
Satuan-satuan inti dari Yon mahasiswa dari beberapa universitas dan
akademi dikirim ke tempat ini di bawah asuhan pelatih-pelatih dari
RINSIL. 12 Juni 1964 keluarlah Surat Keputusan Menteri Koordinator Komponen Pertahanan dan Keamanan DR. A.H. Nasution Jenderal TNI yang mengesahkan Duaja Resimen Mahawarman. Penyerahan Duaja dilakukan oleh Menko sendiri. Garuda Mahawarman resmi berdiri berdampingan dengan Harimau Siliwangi.
Nama Skomen (Menwa di Tingkat Provinsi) di Republik Indonesia
- Resimen Mahasiswa Darussalam (Men Mahadasa)Prov. Aceh
- Resimen Mahasiswa Sumatera Utara (Men Mahatara) Prov. Sumatera Utara
- Resimen Mahasiswa Pagaruyung (Men Maharuyung) Prov. Sumatera Barat
- Resimen Mahasiswa Indra Pahlawan Prov. Riau
- Resimen Mahasiswa Bahari (Men Mahabahari)Prov.Riau Kepulauan
- Resimen Mahasiswa Dwi Yudha (Men Mahadwiyudha)Prov.[Bengkulu]]
- Resimen Mahasiswa Sultan Taha Prov. Jambi
- Resimen Mahasiswa Sriwijya (Men Mahawijaya) Prov. Sumatera Selatan
- Resimen Mahasiswa Raden Intan (Men Maharatan) Prov. Lampung
- Resimen Mahasiswa Jayakarta (Men Jayakarta) DKI Jakarta
- Resimen Mahasiswa Mahawarman (Men Mahawarman) Prov. Jawa Barat
- Resimen Mahasiswa Banten (Men Mahabanten) Prov. Banten
- Resimen Mahasiswa Mahadipa (Men Mahadipa) Prov. Jawa Tengah
- Resimen Mahasiswa Yogyakarta (Men Mahakarta) Daerah Istimewa Yogyakarta
- Resimen Mahasiswa Mahasurya (Men Mahasurya)Prov. Jawa Timur
- Resimen Mahasiswa Ugracena (Men Ugracena) Prov. Bali
- Resimen Mahasiswa Tanjungpura (Men Mahapura) Prov. Kaliomantan Barat
- Resimen Mahasiswa Palangkaraya (Men Maharaya) Prov. Kalimantan Tengah
- Resimen Mahasiswa Suryanata (Men Mahanata) Prov. Kalimantan Selatan
- Resimen Mahasiswa Mulawarman (Men Mulawarman) Prov. Kalimanan Timur
- Resimen Mahasiswa Sam Ratulangi (Men Mahasamra) Prov. Sulawesi Utara dan Prov.Gorontalo
- Resimen Mahasiswa Pawana Çakti (Men Mahapati) Prov. Sulawesi Tengah
- Resimen Mahasiswa Wolter Monginsidi (Men Wolter Monginsidi) Prov. Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat
- Resimen Mahasiswa Halu Oleo (Men Mahaleo)Prov. Sulawesi Tenggara
- Resimen Mahasiswa Maluku (Men Mahamaku)Prov.Maluku dan Maluku Utara
- Resimen Mahasiswa Cendrawasih (Men MahaCandra)Prov. Papua
- Resimen Mahasiswa Wira Dharma (Men MahaDharma, eks Prov. Timor Timur, sampai 10 Oktober 2004 belum dibubarkan)
- Resimen Mahasiswa Nusa Cendana (Men Mahadana) Prov. Nusa Tenggara Timur
- Resimen Mahasiswa Rinjani (Men Mahajani) Prov. Nusa Tenggara Barat
- Resimen Mahasiswa Rimba Raya Prov. Gorontalo
Jumat, 02 Mei 2014
Cemburu
Cemburu
Rasa cemburu ini,.,
tiba-tiba muncul di saat aku menyaksikan langsung kau dengan mereka,.,
Aku tak mampu berbuat apa-apa,
Aku hanya bias melihatnya,.,
Aku sadar,.,
aku bukanlah kekasihmu,.,
Yang pantas mengurusi masalah pribadimu,.,
aku hanya seorang ya begini lah,.,
Meskipun aku sangat mencintaimu,.,
Namun,.,
Rasa cintaku ini, tak mampu aku luapkan kepadamu,.,
Rasa cemburu ini,.,
tiba-tiba muncul di saat aku menyaksikan langsung kau dengan mereka,.,
Aku tak mampu berbuat apa-apa,
Aku hanya bias melihatnya,.,
Aku sadar,.,
aku bukanlah kekasihmu,.,
Yang pantas mengurusi masalah pribadimu,.,
aku hanya seorang ya begini lah,.,
Meskipun aku sangat mencintaimu,.,
Namun,.,
Rasa cintaku ini, tak mampu aku luapkan kepadamu,.,
Biarlah,.,
aku sendiri
yang merasakan semua ini,.,
Biarlah,.,
Biarlah,.,
rasa
cintaku padamu aku pendam di dada ini,.,
Dan rasa
cemburu yang begitu besar ini,
Biarlah menghiasi dan berlalu dengan sendiri,.,
Biarlah menghiasi dan berlalu dengan sendiri,.,
Madridista
M.U.Arisandi
Langganan:
Komentar (Atom)